Health Topics
Fakta vs Mitos: 'Angin Duduk'
Disebut sebagai angin duduk atau angina
karena orang yang mengalaminya dapat meninggal secara tiba-tiba.
Mungkin pada saat duduk tiba-tiba orang tersebut meninggal. ‘Angin
duduk’ berhubungan dengan jantung. Karena tidak ada dalam istilah kedokteran, maka istilah yang mirip dengan yang dimaksud angin duduk adalah angina pectoris yang ditandai dengan rasa nyeri pada dada sebelah kiri.
Prof.
Teguh menjelaskan lebih lanjut, jika dirasa tiba-tiba nyeri dada,
sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan
seks. Segeralah pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas
penanganan Gawat darurat jantung. Ingat!. Tidak boleh lebih dari 15
menit setelah serangan nyeri pertama. Sindrom serangan jantung koroner
akut merupakan penemuan terbaru akhir banyak disikapi masyarakat dengan
tindakan yang salah. Misalnya, penderita dikerok, diberi minuman air
panas, atau diberi ramu-ramuan untuk mengeluarkan angin. Padahal,
penderita bisa meninggal mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit.
“Sindrom
Serangan Jantung Koroner Akut (SSJKA-Red) ini memang mendadak. Bukan
karena capek, masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. Biasanya
penderita akan meninggal paling lama lima belas menit setelah keluhan
rasa nyeri pertama kali dirasakan,” demikian jelas Prof. Teguh.
Fakta vs Mitos: 'Angin Duduk'
Disebut sebagai angin duduk atau angina
karena orang yang mengalaminya dapat meninggal secara tiba-tiba.
Mungkin pada saat duduk tiba-tiba orang tersebut meninggal. ‘Angin
duduk’ berhubungan dengan jantung. Karena tidak ada dalam istilah kedokteran, maka istilah yang mirip dengan yang dimaksud angin duduk adalah angina pectoris yang ditandai dengan rasa nyeri pada dada sebelah kiri.
Teridentifikasinya istilah ini,
READ MOREmenurut Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof DR dr Teguh Santoso.SpPD, di Jakarta, pekan lalu. Menandai sebuah koreksi besar terhadap mitos yang berkembang di masyarakat selama ini, bahwa terdapat gejala bernama ‘masuk angin hebat’ dan termasuk kategori yang berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama.
READ MOREmenurut Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof DR dr Teguh Santoso.SpPD, di Jakarta, pekan lalu. Menandai sebuah koreksi besar terhadap mitos yang berkembang di masyarakat selama ini, bahwa terdapat gejala bernama ‘masuk angin hebat’ dan termasuk kategori yang berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama.
“Sindrom
Serangan Jantung Koroner Akut (SSJKA-Red) ini memang mendadak. Bukan
karena capek, masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. Biasanya
penderita akan meninggal paling lama lima belas menit setelah keluhan
rasa nyeri pertama kali dirasakan,” demikian jelas Prof. Teguh.
Penderita sebelum terserang akan tampak
sehat segar bugar. Solusi terbaik hanyalah melonggarkan sumbatan yang
terjadi, yaitu dengan memberikan obat anti platelet (sel pembeku darah)
dan anti koagulan. Atau, obat untuk mengantisipasi ketidak-seimbangan supply oksigen dan kebutuhan oksigen. Misalnya nitrat, betabloker, dan kalsium antagonis.[](AG)
No comments:
Post a Comment